CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 13 Januari 2009


Era Baru "Ilmu Komputer"
By
Ikhlasul Amalon 21 Januari 2007 11.22 Comments (17) TrackBacks (0)
Ilmu Komputer berganti nama domain dari ilmukomputer.com menjadi ilmukomputer.org. Kendati perubahan .com ke .org seolah sekadar penggantian nama domain, saya melihat saat ini momen yang tepat untuk “mengakhiri” dan “memulai”. Apa saja? Kita lihat berikut,
Sekaranglah saatnya beralih dari penyediaan dokumen menjadi publikasi dokumen. Penyajian dokumen dengan cara lama yang harus diunduh terlebih dulu, dibongkar, dan baru kemudian dibaca, diganti menjadi format baru saat ini dalam bentuk blog: pengunjung langsung membaca dari halaman Web. Sekaligus ini menjadi pertanda akhir dari era “koleksi pribadi” di Internet — koleksi Onno W. Purbo, koleksi Budi Rahardjo misalnya — menjadi “publikasi [karya] pribadi”. Mengikuti pengertian periodisasi secara umum, yang dimaksud “berakhir” di sini bukan “hilang total”, melainkan surut secara perlahan-lahan atau menjadi kurang populer.
Alat bantu publikasi di web menguntungkan pada dua sisi: penulis lebih mudah menggunakannya untuk keperluan pemformatan dokumen (bandingkan dengan teks tak-berformat yang digunakan pada periode sebelumnya) dan pembaca langsung menikmati lewat perambah. Tidak perlu instalasi pembaca format teks khusus.
Dengan memanfaatkan alat bantu blog, Ilmu Komputer telah memudahkan pengelolaan penulis, materi yang dipublikasikan, kategorisasi, dan bahkan tag jika diaktifkan. Masih ada bonus: komentar dari pengunjung dan lacak balik dari situs lain. Intinya: kemudahan alat bantu publikasi telah sampai pada taraf penulis dan penyedia layanan dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka. Menyediakan informasi untuk publik sudah sangat mudah dan sangat nyaman.
Penulis di Ilmu Komputer pun dapat menyediakan tempat sendiri untuk aktivitas menulis mereka antara lain terbantu oleh kemudahan ini. Apakah dengan demikian situs kolektor seperti Ilmu Komputer akan ditinggal penulis? Jika sudut pandang kita sebelumnya menggunakan ungkapan memiliki anggota (yaitu penulis), kiranya saat ini perlu diubah menjadi mewadahi anggota — karena masing-masing sudah beraktivitas di tempatnya dan komunitas lebih pada model pertautan antaranggota. Jika perlu istilah yang lebih pop: inilah jejaring sosial yang sedang marak.
Pada tingkatan yang lebih jauh lagi, koleksi materi tadi dapat disajikan dalam bentuk kolaborasi. Artinya: penulis bukan menyetorkan tulisan dan dikumpulkan begitu saja, melainkan siap diperbaiki dengan disunting dan dikaitkan satu dengan yang lain. Sebagai teladan: terhadap penulis topologi jaringan, tidak enak jika kita rewel meminta mereka mengganti frasa kata berimbuhan merubah menjadi mengubah. Sebuah kesalahan yang terlihat “sepele” dibanding konsep besar yang sedang ditulis. Dengan berkolaborasi, urusan sepele seperti itu dapat terbantu diperbaiki oleh orang lain.
Di Wikipedia terdapat anggota yang antusias menempatkan diri mereka pada posisi, “membantu hal-hal sepele namun penting.” Mereka memperbaiki ejaan, tata bahasa, dan pemeriksaan tautan. Kelompok ini disebut WikiGnome dan mereka sangat aktif melakukan perbaikan minor terhadap entri yang dipasang di sana.
Seperti itulah contoh kolaborasi era baru: setiap orang punya cara masing-masing untuk berkontribusi menghasilkan dokumen berkualitas.
Categories:
Lapak dan Etalase,
Weblog,
Wik

0 komentar: